Lintasmandalika.com — Gelombang kritik tajam menerjang Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah. BUMD penyedia air bersih ini diterpa isu nepotisme terkait proses perekrutan pegawai yang dinilai mengomodasi “staf titipan” dari kalangan tertentu ketimbang seleksi terbuka berbasis kompetensi.
Sorotan publik menguat setelah muncul dugaan bahwa posisi di internal PDAM diisi oleh kerabat tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga keluarga dari tim konsultan hukum perusahaan itu sendiri. Praktik ini dinilai mencederai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan merusak kualitas pelayanan publik.
Kehadiran kerabat dari unsur penegak kontrol sosial dan penasihat hukum internal ini memicu kekhawatiran adanya kompromi politik demi meredam kritisnya pengawasan terhadap kinerja PDAM.
Ketua Aliansi Pemuda Lombok Tengah (APL), Lalu Aji Darmawan, S.H., mengonfirmasi keberadaan salah satu figur yang disorot publik tersebut di tubuh PDAM. Kendati tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai ada atau tidaknya unsur nepotisme, ia membenarkan keterlibatan anak dari konsultan hukum PDAM di perusahaan daerah tersebut.
”Terkait nepotisme ini saya tidak bisa katakan ya atau tidak. Tapi kalau masalah anak dari salah satu konsultan hukum PDAM, memang betul ada di PDAM,” ujar Lalu Aji Darmawan, S.H. Rabu,9 September 2026.
Aji menjelaskan bahwa ia mengenal sosok tersebut secara personal karena merupakan adik tingkatnya saat menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Mataram.
”Saya tidak tahu pasti statusnya apakah sebagai karyawan tetap atau bagaimana. Namun saat aksi unjuk rasa kemarin, yang bersangkutan memang ada di lokasi,” lanjutnya.
Isu rekrutmen internal ini mencuat di tengah banyaknya keluhan warga terkait kualitas dan kelancaran distribusi air bersih di beberapa wilayah Lombok Tengah.
Audit SK Pengangkatan: Mengusut tuntas Surat Keputusan (SK) pengangkatan staf maupun penunjukan tim konsultan hukum.
Uji Kompetensi Ulang: Membuka mekanisme fit and proper test secara transparan untuk memastikan seluruh posisi diisi oleh SDM yang profesional dan kredibel.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Direktur PDAM Tirta Ardhia Rinjani Bambang Supratomo yang dimintai keterangannya belum memberikan keterangan resmi secara terperinci mengenai polemik rekrutmen tersebut.