LintasMandalikanews Lombok Tengah – Sejak merebaknya virus covid-19 pada awal maret 2020 lalu berdampak ke hampir seluruh sektor dan yang paling terdampak adalah sektor Pariwisata, diketahui jumlah wisatawan baik asing maupun lokal terus menurun secara drastis dari hari kehari.
Hal yang sama pun terjadi juga dengan sektor pariwisata Lombok tengah. Ekonomi pariwisata Lombok tengah khususnya daerah selatan seperti Kuta dan Tunak terancam bangkrut lantaran dampak dari penyebaran virus covid-19 yang semakin melumpuhkan industri pariwisata.
Dari data occupancy yang berhasil dihimpun redaksi lintasmandalika.com jumlah tamu kamar dikawasan wisata selatan Lombok tengah terus terjadi penurunan. Walaupun sempat membaik beberapa waktu lalu, penutupan tempat wisata saat lebaran idul fitri dan lebaran ketupat kembali memukul ekonomi pariwisata.
Salah satu pegawai hotel bernama Satria mengeluhkan penutupan tempat wisata karena membuat beberapa acara yang sudah dibooking di hotel tempatnya bekerja harus dicancel.
“Kita mendapat beberapa bookingan acara di sini (Hotel), namun ternyata terpaksa dicancel karena ada penutupan tempat wisata, padahal kami sudah memegang sertifikat CHSE dan staf juga sudah melakukan vaksinasi, pembatasan juga kami lakukan di hotel, tapi ternyata tempat wisata malah ditutup,itu yang membuat tamu batal untuk datang kesini” ceritanya.
Dihubungi via Telpon 23/5/21, Samsul Bahri selaku ketua Mandalika hotel Asosiation (MHA) pun merasa harus melakukan cara agar ekonomi pariwisata kembali pulih karena jika tidak maka akan fatal akibatnya.
“Kerugian-kerugian akibat dari pandemic sudah sangat kami rasakan,seperti salah satu hotel dikawasan KEK dimana biasanya pendapatan mencapai 300 sampai 600 juta per bulan, sekarang hamper tidak ada pemasukan,ditambah lagi dengan penutupan lokasi wisata ini, semakin membuat kami rugi,dan apabila penutupan dilanjutkan, maka satu persatu hotel-hotel akan tumbang karena tidak mampu membayar biaya operasional” tuturnya.
Samsul Bahri sangat berharap agar pemerintah setempat dan pihak kepolisian dapat memberikan solusi yang solutif agar Lombok tengah dapat kembali bangkit melalui pariwisata ditengah pandemic covid-19.
“Kami ingin sekali agar pemerintah dan pihak kepolisian dapat memberikan kami dukungan dan solusi bagaimana bisa fighting ditengah pandemic,karena jika tidak ada solusi maka nanti pelan-pelan hotel dan restoran akan tumbang, lalu akan menghasilkan banyak pengangguran sehingga tentu saja suasana akan menjadi tidak kondusif” Lanjutnya.
Dalam keterangannya via pesan whatsapp, Rata Wijaya General Manager dari Tunak Cottages juga memberikan keterangan yang hampir sama dengan pelaku wisata lainnya.
Rata menjelaskan bahwa dia memiliki data khusus dimana dibedakan pendapatan sebelum masa pandemic, pendapatan ketika pandemic, dan pendapatan saat recovery dan juga ketika penutupan tempat wisata selama libur lebaran.
“Saya punya data yang saya beda-bedakan jadi saya tau berapa persentase yang dihasilkan dalam masa-masa tersebut,dan ini sangat bagus sebagai bahan kajian pemerintah dan aparat pembuat kebijakan, agar kita bisa mendapat win-win solution, dan tidak membuat ekonomi pariwisata sampai bangkrut” tegas Rata.