Lintasmandalika.com – Comunity sustainable development (CSD) telah dibentuk Samara kurang lebih lima Tahun, keberadaan komunitas ini adalah sebagai wadah untuk Samara dalam ikut andil membangun sumberdaya masyarakat dan daerah setempat di Desa Montong ajan.
Dua Tahun Belakangan CSD getol berperan membantu dalam sektor kesehatan dan edukasi. CSD membuat workshop atau seminar untuk ksehatan dan edukasi yang bekerja sama dengan posyandu dan sekolah di sekitar Desa montong ajan.
“Fasilitas atau layanan kesehatan dari sini kan lumayan jauh, jadi kami membuat workshop di posyandu-posyandu sekitar, untuk memberikan edukasi seperti pembinaan untuk ibu-ibu menyusu, ibu hamil dan balita gitu. Jadi kita masuk ke posyandunya dimana kita kerjasama dengan Puskesmas Batu Jangkih.
Yang menjadi fokus dalam pembinaan tersebut adalah mengajarkan bagaimana ibu-ibu menghadapi situasi medis untuk pertolongan pertama jika anaknya sakit.
Tak hanya sekedar pembinaan, CSD dalam seminar tersebut juga selalu memberikan snack sehat untuk anak-anak maupun ibu hamil, bahkan saat workshop telah rampung dilaksanakan, tim CSD pun masih memberikan snack sehat untuk anak-anak dan ibu hamil di beberapa dusun setempat.
Dalam hal pendidikan sendiri CSD mengajarkan IT dan bahasa inggris di 11 sekolah dan yayasan yang ada di sekitar Desa Montong Ajan.
“di CSD ini kita kerjasama atau kita bilangnya sekolah binaan, jadi per tahun ini kita punya 11 sekolah termasuk sekolah negeri maupun yayasan yang ada di sekitar Desa Montong ajan. Sebenarnya ada di luar Desa Montong ajan ada sekitar tiga sekolah, kalau untuk jenjangnya kita punya 9 SD 6 SMP dan SMK dan kita provide pengajarnya dari Samara” ungkap Leader CSD Helmi Budi Lestari, 21/4/26.
Tak hanya bahasa inggris, kami juga memprovide guru IT dari Samara untuk mengajarkan komputer untuk siswa-siswi binaan tersebut.
“Iya, selain memang Bahasa Inggris, kami juga mengajarkan anak-anak komputer, karena seperti yang kita tahu bahwa sekarang zaman sudsh semakin maju dan canggih dimana ujian pun menggunakan laptop atau komputer, kami tidak ingin anak-anak disini tertinggal, jadi untuk masa depannya nanti kami ingin menjamin agar mereka bisa mempunyai skill yang lebih mumpuni” lanjut Helmi.
Tak hanya dalam kesehatan dan pendidikan, Samara lewat CSD juga ikut membantu dalam pengelolaan sampah di desa setempat.
“kita melakukan pengangkutan sampah sedesa Montong Ajan, jadi sampah-sampah mereka kita bawa ke sini (Samara) untuk diolah. Iya untuk kita saat ini punya kurang lebih 81 bak sampah yang berbahan dari bambu yang kita ambil tiga kali seminggu” lanjut Helmi.
Sampah-sampah tersebut kemudian dibawa ke Samara dan dipilah, dimana sampah plastik didaur ulang untuk dijadikan kerajinan. Yang tak bisa diolah lagi seperti sampah basah kemudian dikirim ke Selong Belanak Community (SBCA) yang mengelola sampah.
“yang enggak mungkin kita olah, karena kan tim kita di sini juga belum terlalu bisa untuk mengolah sampah, kita hanya bisa kalau dibuat kerajinan, nah kalau sisanya sampah yang tidak terpilah itu kita kerjasama dengan Selong Belanak Community Association yang fokus di bidang sampah, jadi kita kirimnya ke sana untuk diolah” pungkas Helmi.