Lintasmandalika.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Tengah resmi meluncurkan program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) “Tastura Juara” sebagai langkah strategis mempersiapkan para atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.
Kegiatan launching tersebut berlangsung di Ball Room Kantor Bupati Lombok Tengah, kemarin.
Program Pelatda ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah, sekaligus memperkuat kesiapan para atlet Lombok Tengah agar mampu bersaing dan meraih hasil lebih baik pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Ketua Panitia Pelatda, Samsul Rijal menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah mulai dilakukan secara bertahap, mulai dari peningkatan kondisi fisik, pemeriksaan kesehatan, hingga penguatan teknik bertanding bagi para atlet.
“Berbagai persiapan sudah mulai kita lakukan, baik dari sisi kesiapan fisik, kesehatan maupun teknik para atlet. Pada Porprov NTB 2026 mendatang, Lombok Tengah akan mengikuti 44 cabang olahraga dengan total 441 atlet dan 130 pelatih, yang akan bertanding pada 743 nomor pertandingan,” jelasnya.
Menurutnya, pada Porprov sebelumnya Lombok Tengah berhasil menempati posisi lima besar, sehingga pada Porprov 2026 mendatang pihaknya menargetkan peningkatan prestasi dengan menembus tiga besar klasemen akhir.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah daerah, stakeholder maupun masyarakat, agar target ini dapat tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Loteng H. Lalu Firman Wijaya menegaskan bahwa “Tastura Juara” bukan sekadar slogan, melainkan semangat kolektif untuk mendorong kemajuan prestasi olahraga Lombok Tengah.
Menurutnya, dengan semangat juang yang tinggi serta persiapan yang matang, peluang untuk mencapai target tiga besar sangat terbuka.
“Tagline Tastura Juara menunjukkan semangat kita untuk bergerak lebih maju dan meraih prestasi pada Porprov 2026. Dengan persiapan yang matang serta daya juang para atlet, kita optimistis target tiga besar bisa tercapai,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam proses persiapan atlet, pihak KONI bekerja sama dengan tim dari Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) untuk melakukan uji tes, pengukuran, serta evaluasi kemampuan para atlet. Langkah ini dilakukan agar atlet yang dipersiapkan benar-benar siap menghadapi persaingan di Porprov.
Selain itu, Firman juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk memperkuat pembinaan atlet.
“Kami berharap Bupati dapat menunjuk sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai orang tua angkat bagi para atlet. Dukungan ini sangat penting untuk menjaga semangat dan keberlanjutan pembinaan,” katanya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan bonus yang lebih besar bagi atlet dan pelatih yang berhasil meraih prestasi pada Porprov NTB 2026.
“Kita berharap bonus yang diberikan nantinya bisa lebih besar dibandingkan bonus pada Porprov sebelumnya,” tambahnya.
Firman menyebutkan bahwa untuk mengamankan posisi tiga besar, Lombok Tengah diperkirakan harus mampu meraih minimal 114 medali emas.
Sementara itu, Bupati Loteng, HL Pathul Bahri, dalam arahannya menegaskan bahwa hasil yang diraih pada Porprov 2026 harus lebih baik dari pencapaian sebelumnya.
Ia menekankan pentingnya kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, KONI, pelatih hingga para atlet.
“Hasilnya harus berbeda dari sebelumnya. Untuk mencapai itu tentu semua pihak harus saling mendukung dan bekerja keras,” tegasnya.
Sebagai bentuk motivasi tambahan, Bupati juga menyampaikan rencana pemberian hadiah bagi pelatih yang berhasil membawa atletnya meraih medali emas terbanyak pada ajang Porprov NTB 2026.
Program Pelatda “Tastura Juara” ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi peningkatan prestasi olahraga Lombok Tengah, sekaligus membangkitkan semangat para atlet untuk mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi NTB (Jay)