Lombok Utara – Keberangkatan kapal berkecepatan tinggi atau fast boat dari pelabuhan Bangsal Lombok Utara menuju Provinsi Bali di tunda lantaran cuaca buruk.
Penundaan keberangkatan fast boat tersebut mulai berlaku dari tanggal 13 Maret 2024, dan akan di buka hingga cuaca sudah normal kembali.
Hal ini diketahui dari surat edaran kementerian perhubungan direktorat jenderal perhubungan laut kantor unit penyelenggara pelabuhan kelas III pemenang dengan nomor : UM. 006/02/05/KUPP.PMG-2024 tertanggal 13 Maret 2024.
Penundaan fast boat tersebut berdasarkan undang-undang no 17 tahun 2008 tentang pelayaran.
Selanjutnya peraturan menteri perhubungan RI nomor 28 tahun 2022 tentang tata cara penerbitan surat persetujuan berlayar dan persetujuan kegiatan kapal di pelabuhan.
Kemudian sesuai perkiraan cuaca BMKG balai besar wilayah III Denpasar nomor: PJ.012/III/2024 tanggal 13 Maret 2024.
“Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dan untuk menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran dengan ini disampaikan kepada para agen, nahkoda, pemilik/operator kapal penumpang berkecepatan tinggi atau fast boat yang berangkat dari wilayah kantor unit penyelenggara pelabuhan kelas II Pemenang tujuan Bali agar menunda keberangkatan kapal mulai pada tanggal 13 Maret 2024 sampai dengan cuaca normal kembali.” Isi surat edaran tersebut yang ditandatangani oleh kepala kantor unit penyelenggara pelabuhan kelas II pemenang, I Ketut Juliana SE.
Sebelumnya juga, stasiun meteorologi zainuddin abdul Madjid mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk mewaspadai potensi kecepatan peningkatan angin, hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah NTB dari tanggal 13 hingga 17 Maret 2024.
Aprilia Mustika, S.Tr bagian prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid menyampaikan bahwa wilayah Nusa Tenggara Barat saat ini berada pada puncak musim penghujan, disertai aktifnya gelombang atmosfer (ekuatorial rossby dan MJO) di wilayah NTB menambah tingginya potensi pertumbuhan awan konvektif di wilayah NTB.
Selain itu, saat ini terdapat bibit siklon tropis 91S dan 94S di selatan Pulau Jawa, akibat adanya bibit siklon tropis tersebut wilayah NTB terkena dampak tidak langsung yaitu angin kencang, meningkatnya tinggi gelombang di perairan NTB, serta potensi terjadinya hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah NTB.
“Masyarakat perlu mewaspadai potensi terjadinya angin kencang, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.” Kata Aprilia.
Pada pagi hingga dini hari, masyarakat dihimbau untuk selalu tetap waspada dan berhati-hati dengan dampak bencana yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat/petir, dan pohon tumbang.
“Waspadai tinggi gelombang yang mencapai lebih dari 2 meter di Selat Lombok bagian utara dan selatan, Samudra Hindia selatan NTB, Selat Alas bagian utara dan selatan, dan Selat Sape bagian utara dan selatan.” Tutupnya.