Lombok Tengah – Pengelola kawasan Mandalika terus mematangkan kesiapan ekosistem pendukung di seputar Pertamina Mandalika International Circuit. Tidak hanya berfokus pada agenda balapan, pengembangan kawasan kini diarahkan pada penguatan infrastruktur dan utilitas demi menarik investasi yang lebih luas.
Ananda Mikola sebagai Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang baru, menekankan pentingnya membangun ekosistem yang hidup di kawasan The Mandalika (ITDC).
Menurutnya, sirkuit internasional ini bertindak sebagai jangkar (anchor) utama yang harus ditopang oleh fasilitas pendukung yang memadai.
“Formasi saya itu, sirkuit di ITDC ini sebetulnya sebagai anchor. Jadi yang saya pikirkan itu bukan hanya balap aja. Mungkin lebih dari 50 persen, saya harus memikirkan ekosistem ini jalan,” ujarnya saat konferensi pers Jumat,22/3/2026 di Mandalika.
Ia menyoroti pentingnya pembangunan fasilitas dasar seperti garasi untuk pengunjung, serta rencana jangka panjang pembangunan lapangan golf, resort, hingga vila. Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan kawasan ekonomi khusus tersebut secara maksimal dan menarik pencinta otomotif dari seluruh dunia untuk berinvestasi.
“Kita harus membawa event-event bertaraf dunia. Dan tujuannya sirkuit ini berada di kawasan kan untuk mendatangkan investor,” tambahnya.
Meski baru menjabat, Ananda Mikola juga telah menyiapkan event baru di Sirkuit Mandalika sebagai gebrakan. Namun event tersebut masih belum bisa dipublikasikan saat ini.
Dalam kesempatan yang sama, Troy Reza Warokka sebagai Direktur Operasional ITDC menanggapi kebutuhan sirkuit yang krusial, pihak ITDC menyatakan komitmennya untuk menuntaskan segala urusan terkait sistem penyediaan air (water system) dan utilitas lainnya melalui mekanisme business-to-business (B2B) yang berlaku.
Direksi ITDC tersebut menegaskan bahwa keputusan yang diambil akan selalu mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) demi memberikan pelayanan utilitas yang berkelanjutan.
Kesiapan ini dinilai sangat vital mengingat jadwal event di Sirkuit Mandalika yang semakin padat, termasuk adanya satu event kejutan yang masih dipersiapkan, serta puncaknya pada gelaran MotoGP beberapa bulan ke depan.
“Kebutuhan sirkuit dengan event yang cukup banyak… itu kemampuan utilitasnya harus kuat. Pasokan airnya harus bagus, tidak boleh mati sedetik pun,” tegas Troy.
Memastikan pasokan air dan listrik tetap stabil menjadi prioritas utama ITDC agar dapat mendukung penuh rangkaian kegiatan internasional. Selain itu, kesiapan utilitas ini juga ditujukan untuk menyokong pertumbuhan akomodasi di sekitar kawasan, seperti hotel, resort, vila, homestay, hingga restoran dan kafe yang jumlahnya terus meningkat.
Melalui langkah diplomasi, lobi yang baik, serta sinergi yang makin kuat dengan pihak regulator maupun pihak Ikatan Motor Indonesia (IMI), diharapkan ajang balap mobil maupun motor yang sempat vakum dapat kembali dihadirkan secara maksimal di Sirkuit Mandalika.