Lintasmandalika.com – Desa Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kini diangkat sebagai pilot project pengembangan desa wisata yang berfokus pada kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini menandai upaya serius menjadikan Desa Sade sebagai model bagi desa wisata lain di Indonesia melalui pendirian dan pengaktifan Bank Sampah.
Bank Sampah ini merupakan fasilitas pertama yang didirikan untuk kawasan wisata di bawah program tersebut. Sade dipilih karena potensi pariwisatanya yang kuat, keunikan masyarakat, serta menjadi percontohan ideal untuk menciptakan konsep “wisata bersih”—sebuah konsep yang masih terbilang langka di Tanah Air.
Mengubah perilaku masyarakat menjadi tantangan utama meskipun penyediaan fasilitas fisik seperti Bank Sampah telah dilakukan. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Komisaris Otsuka Group Roy Sparringa.
“Tantangan terbesar adalah mengubah perilaku. Jadi perilaku ini nanti bisa menjadi terbiasa. Ini tantangan terbesar Bahwa program ini bertujuan mendampingi masyarakat hingga mereka dapat mandiri dalam menjalankan sistem pengelolaan lingkungan yang baik”, ujar Roy Sparringa saat ditemui wartawan 12/12/2025.
Untuk memastikan keberhasilan jangka panjang, telah ditetapkan peta jalan yang berfokus pada edukasi dan pemilahan sampah sejak awal. Edukasi dan Pemilahan memungkinkan Masyarakat untuk memiliki kesadaran tinggi dalam memilah sampah. Seperti sampah Organik dan Non Organik.
Dimana nanti pendampingan akan dilakukan salah satunya dari Poltekpar.
Hal tersebut disampaikan oleh Corcomms Director Onitsuka Groups, Sudarmadi Wododo.
Upaya keras juga dilakukan untuk mengurangi residu yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Beberapa teknik berbiaya rendah, seperti pembuatan Ecobricks dari sampah residu yang dipadatkan dalam botol, telah diterapkan untuk mengurangi pembuangan.
Tujuan utama program ini adalah meminimalisir pembuangan ke TPA, dengan harapan mencapai target nol sampah.
Bank Sampah ini dibangun di area wisata Desa Sade, namun dipastikan tidak akan mengganggu karena dirancang menyatu dengan lingkungan dan fokus mengelola sampah non-organik.
”Prioritas utama saat ini adalah memastikan Bank Sampah Desa Sade sebagai proyek percontohan (pilot project) berhasil dan mandiri sebelum program serupa dikembangkan di lokasi lain, termasuk Pasuruan dan Sukabumi. Keberhasilan di Sade diharapkan menjadi inspirasi yang dapat diterapkan di seluruh NTB dan daerah lain yang ingin memajukan konsep “wisata bersih” tutup Sudarmadi Widodo.
Acara tersebut juga dihadir Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Sungkul, Camat Pujut Jumahir S.sos dan Kepala Dinas Lingkuhan Hidup ir. Ahmadi