Lombok Barat – Penyidik Polres Lombok Barat dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendalami kasus kematian Brigadir Polisi Esco Faska Rely.
Istri almarhum, Brigadir Rizka S, ikut menjalani pemeriksaan intensif bersama sembilan orang lainnya.
Dari informasi yang diterima media ini, pemeriksaan dilakukan maraton sejak Senin (15/9/2025).
“Informasi yang saya dapatkan ada 10 orang yang diperiksa, termasuk istri almarhum. Mereka diperiksa mulai hari Senin,” ujar sumber yang enggan disebut namanya, Rabu (17/9/2025).
Hingga Rabu pagi, kesepuluh orang tersebut masih dalam pemeriksaan. Namun, pada sore hari diketahui tujuh orang sudah dipulangkan, sementara tiga orang lainnya masih dimintai keterangan.
Informasi yang didapatkan bahwa Polda NTB juga mengagendakan gelar perkara penetapan tersangka.
Gelar perkara itu dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap ahli kriminologi, ahli pidana, serta menggunakan alat poligraf (lie detector) terhadap sejumlah saksi.
Sementara, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Diketahui, Brigadir Esco ditemukan tewas mengenaskan di belakang rumahnya di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
Anggota intel Polsek Sekotong itu ditemukan dengan kondisi leher terikat tali disebuah pohon, wajah hancur, dan tubuh menghitam.
Hampir satu bulan pihak kepolisian belum menetapkan satupun tersangka atas dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Esco.
Kasus kematian Brigadir Esco ini menjadi sorotan masyarakat. Pihak keluarga almarhum terus mendesak agar kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan.