Lombok Tengah – TK Islam Darul Muhajirin Praya, Lombok Tengah, menggelar acara wisuda dan perpisahan tahun ajaran 2024/2025 dengan penuh khidmat dan nuansa haru pada Rabu, 11 Juni 2025.
Acara yang berlangsung di aula TK Islam Darul Muhajirin ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan, Tuan Guru Haji (TGH) Drs. Samsul Rizal, para guru, wali murid, serta seluruh siswa-siswi TK Islam Darul Muhajirin Praya.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara merdu oleh salah satu siswa, menandakan dibukanya acara secara islami dan penuh khidmat.
Suasana semakin khusyuk ketika seluruh siswa dan siswi bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan penuh semangat dan kebanggaan.
Acara wisuda ini tak sekadar menjadi momen perpisahan, namun juga menjadi panggung apresiasi bagi para siswa-siswi yang menampilkan beragam pentas seni.
Mulai dari pembacaan puisi, tari-tarian oleh siswi, hingga penampilan mengesankan pembacaan surat Al-Waqiah dan ayat-ayat pendek lainnya oleh seluruh siswa.
Semua penampilan tersebut mencerminkan pembinaan karakter, spiritual, dan intelektual yang telah ditanamkan selama dua tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Kepala TK Islam Darul Muhajirin Praya, Sri Febrina, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran semua pihak, khususnya kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada kami selama dua tahun ini,” ujar Sri Febrina.
Ia melaporkan bahwa jumlah murid TK Islam Darul Muhajirin tahun ini adalah 62 orang, terdiri dari 32 putra dan 30 putri.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 siswa dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar. Para lulusan terdiri dari 14 putra dan 14 putri.
“Rata-rata anak-anak kita menempuh pendidikan selama dua tahun di TK Darul Muhajirin. Alhamdulillah, seluruh lulusan tahun ini telah diterima di sekolah dasar di kota Praya. Mereka telah dibekali dengan dasar-dasar calistung yang kuat, mampu membaca, memahami doa-doa harian, hafalan huruf hijaiyah, hadis, dan bacaan salat. Kami yakin ini akan menjadi bekal awal yang sangat penting bagi perjalanan pendidikan mereka selanjutnya,” tambahnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar tidak melupakan jasa para guru.
“Jangan lupa berterima kasih kepada guru-gurumu. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan di TK menjadi berkah, dan bisa diterapkan di jenjang pendidikan berikutnya,” pungkas Sri Febrina dengan nada haru.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya, TGH Drs. Samsul Rizal, turut memberikan apresiasi dan pesan moral kepada para siswa dan orang tua. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan anak-anak yang luar biasa.
“Di antara mereka ini, ada yang awalnya belum bisa apa-apa, kini sudah mampu membaca Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa generasi ini lebih hebat dari generasi kita dulu. Jika mereka memulai lebih awal, insya Allah mereka akan memiliki akhir yang lebih baik. Bahkan, mungkin jauh lebih baik daripada kita yang dulu belum mengenal pendidikan TK,” ujarnya.
Salah satu wali murid, Galih, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak TK Islam Darul Muhajirin.
“Saya sangat berterima kasih kepada yayasan dan para guru TK yang telah sabar mendidik anak kami selama dua tahun. Anak kami yang dulu belum bisa membaca, sekarang sudah bisa mengaji dan menghafal ayat-ayat pendek. Ini adalah kemajuan besar yang kami syukuri,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Sebagai penutup acara, seluruh siswa-siswi TK Islam Darul Muhajirin membawakan lagu perpisahan yang menggugah perasaan.
Lagu tersebut menyentuh hati para guru dan orang tua, menciptakan suasana haru penuh kebanggaan atas perjalanan pendidikan awal yang telah mereka lalui bersama.
Acara wisuda tahun ini bukan hanya menjadi momen pelepasan, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan anak usia dini berbasis keislaman yang diusung oleh TK Islam Darul Muhajirin Praya.
Dengan penuh harap, para guru dan orang tua melepas langkah kecil anak-anak menuju masa depan yang lebih cerah.