Lombok Tengah – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Sebanyak tiga jamaah haji asal Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan meninggal dunia di Makkah usai menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.
Ketiga jamaah yang wafat adalah H. Ramli Syafii asal Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Mustajab dari Desa Pringgarata Timur, Kecamatan Pringgarata dan Masitah binti Zainudin warga Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah.
Kepala Kemenag Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Nasrullah, M.Pd. menyampaikan bahwa seluruh jamaah telah menuntaskan rukun hajinya, wajib hajinya, hingga sunnah haji, termasuk umrah.
“Alhamdulillah seluruh ibadah telah selesai. Namun, tiga jamaah kita dipanggil oleh Allah SWT setelah menyelesaikan rangkaian ibadah,” ujarnya di Praya, Selasa 10 Juni 2025.
Dua dari tiga jamaah tersebut berasal dari Kloter 06, sementara satu lainnya dari Kloter 02.
“Ada yang meninggal saat lontar jumrah, ada juga yang wafat lebih dulu. Secara fisik mereka tampak sehat dan tidak tergolong lanjut usia. Tapi di situlah kehendak Allah,” tambahnya.
Dikatakan, ketiganya dimakamkan di Pemakaman Ma’la, Makkah. Sesuai prosedur Arab Saudi, jenazah jamaah haji tidak dipulangkan ke tanah air karena proses dan biaya yang sangat besar.
Disisi lain, Nasrullah menyebut bahwa proses pemulangan jamaah haji asal Lombok Tengah dijadwalkan berlangsung pada Jumat pagi, 13 Juni 2025 untuk kloter 2.
Dijelaskan, Jamaah akan tiba di Tanah Air dan dijemput oleh keluarga di Asrama Haji dengan ketentuan ketat, yakni satu mobil berisi maksimal dua orang. Satu sopir dan satu anggota keluarga.
“Pengambilan stiker kendaraan untuk penjemputan sudah bisa dilakukan mulai hari ini,” pungkasnya.