Lombok Barat – Budayawan sekaligus dalang ternama di Lombok, Lalu Nasib AR mengajak masyarakat untuk mendukung Caleg DPR RI Dapil NTB II nomor urut 8, Ir. I Wayan Karioka.
Wayan Karioka atau disapa Waka dinilai mampu untuk mengangkat kembali budaya Sasak yang mulai tergerus oleh zaman.
Kondisi budaya Sasak yang mulai memudar akibat zaman yang terus berubah dengan nyaris melupakan budaya, membuat butuh figur yang mampu mengangkat kembali budaya Sasak dengan aneka kesenian tradisionalnya.
“Mari kita dukung dan berikan suara kepada Pak Ir I. Wayan Karioka. Beliau berjuang untuk masyarakat NTB. Beliau Caleg DPR RI dari Partai Gerindra nomor 8.” kata Lalu Nasib, Selasa, 12 Desember 2023.
“Kalau presiden semoga sukses dan menang Pak Prabowo dengan Gibran, pasangan nomor 2, silahkan dicoblos di pemilu yang akan datang,” imbuhnya.
Lalu Nasib meyakini Waka mampu melestarikan serta mengangkat kembali marwah kebudayaan Sasak jika menjadi DPR RI di Senayan Jakarta.
Itu bukan tanpa alasan, mengingat Karioka merupakan tokoh pariwisata sekaligus memiliki pengalaman yang baik dalam mengembangkan pariwisata.
Terlebih lagi, Waka pernah menjadi Managing Director ITDC Mandalika 2019-2020.
“Dengan diangkat beliau menjadi DPR pusat, kesenian, kebudayaan khususnya wayang dan wayang Sasak terangkat marwahnya,” ujar Lalu Nasib.
Lalu Nasib Dikunjungi I Wayan Karioka
Caleg DPR RI Dapil NTB II nomor urut 8, Ir. I Wayan Karioka berkesempatan mengunjungi kediaman Lalu Nasib di Perigi, Gerung Lombok Barat pada Selasa pagi.
Lalu Nasib antusias menyambut kedatangan I Wayan Karioka.
Dia mencurahkan segala persoalan terkait pengembangan kebudayaan Lombok atau NTB umumnya yang masih kurang perhatian Pemerintah Provinsi.
“Kepedulin pemerintah enggak ada sama kebudayaan. Seharusnya mereka dikasi subsidi untuk pengembangan (kebudayaan), kalau yang pernah punah untuk pemeliharaan.” Jelasnya.
“Seharusnya ada dari APBD untuk kesenian yang hampir punah, dikasih berapa, itu yang belum ada,” sambubg Lalu Nasib ke Karioka.
Tidak adanya subsidi pemerintah untuk mengembangkan kebudayaan Sasak sangat kontras dengan Lombok atau NTB yang menjadi daerah pariwisata.
Kesenian dan pariwisata tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan menjadi atraksi pariwisata yang menjadi trigger untuk memantik kehadiran wisatawan di Lombok.
Lalu Nasib menceritakan beberapa kesenian Sasak telah punah dan nyaris punah karena sudah tidak diperhatikan lagi. Sebut saja kesenian Cepung dan Rebana sudah jarang ditemui lagi.
“Kalau kesenian gamelan hanya saat orang hajatan atau begawe itu yang ada, kalau hari hari besar nasional jarang sekali. Cepung sudah punah, Rebana sudah punah. Gemelan pas ada kapal pesiar baru hanya sekali tampil, setelah itu sudah,” katanya.
Sementara Karioka berbagi pengalamannya semasa mengelilingi banyak daerah termasuk luar negeri.
Dia mengatakan wisata tidak terlepas dari kesenian yang dimiliki setiap daerah.
Untuk itu, kesenian atau kebudayaan patut untuk terus dikembangkan agar saling mendukung pengembangan pariwisata.
“Banyak tempat saya lalui di dalam negeri, di luar negeri, memang harus banyak yang kita peduli di masyarakat. Makanya coba ikut berjuang dan berusaha dulu,” katanya.
Waka sangat optimis jika mendapat kepercayaan menjadi anggota dewan nanti akan terus mengembangkan kebudayaan, kesenian hingga kebudayaan di Lombok atau NTB umumnya.
“Kebudayaan Sasak sangat perlu untuk dilestarikan. Jika tidak diperlihara mulai dari sekarang, bisa jadi akan punah dan tidak ada lagi yang dapat diwariskan untuk generasi berikutnya,” ujarnya.