Lombok Tengah – Banyaknya pembalap yang crash di tikungan 11 sirkuit internasional mandalika menyebabkan pertanyaan ada apa dengan sirkuit tersebut.
Seperti yang diketahui, IATC, moto3, moto2 dan motogp digelar di sirkuit mandalika pada 13-15 oktober 2023 lalu. Event balap internasional tersebut sukses digelar, namun ada pertanyaan terkait banyaknya pembalap yang crash atau terjatuh di salah satu tikungan sirkuit paling indah di dunia tersebut.
Ya, tikungan 11 menjadi tikungan yang ternyata membuat banyak riders terjatuh, pada hari kedua saja tercatat lima pembalap yang terjatuh yaitu Augusto Fernandez, Brad Binder, Jack Miller dan Enea Bastianini.
Dan di hari ketiga atau di puncak race motogp tercatat Johan Zarco juga terjatuh di tikungan yang sama.
Dari issue yang beredar, ada hawa mistis yang menyelimuti lokasi tikungan 11 tersebut. Lalu bagaimana penjelasan ilmiah dari alasan riders yang jatuh di tikungan tersebut?
Ari Respati dari ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) menjawab kenapa tikungan 11 membuat banyak riders jatuh adalah karena memang tingkat kesulitan yang tinggi.
“kesulitannya tinggi, kalau mepet terlalu kiri bisa terjatuh, kalau terlalu kanan bisa melebar dan terkena penalty, itu memang kesulitan cukup tinggi sehingga harus waspada. Buktinya pembalap lain bisa.” jawabnya ketika ditanya di media center Indonesia 15/10/23.
Rupanya masing-masing sirkuit memiliki ciri khas dengan tikungan dengan tingkat kesulitan yang beragam. Namun FIM menguji dulu apakah kemudian sirkuit layak dipakai untuk balapan melalui homologasi.
“tikungan-tikungan sudah diuji masing-masing, ada tikungan yang punya kesulitan tersendiri sehingga banyak yang jatuh, berarti memang sulit. Seperti di motegi (Jepang) ada tikungan yang memiliki kesulitan sendiri, nah tapi kita sudah mendapatkan homologasi dari FIM, jadi kalau dari FIM sudah lolos homologasi berarti tidak ada yang salah dengan lapangannya.” jelasnya.
Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno juga menjawab terkait kenapa banyak pembalap yang terjatuh di sirkuit mandalika.
“campuran antara stage dan turns (tikungan) itu membuat mereka (pembalap) sangat-sangat tertantang. Sempat kita bicara mengenai beberapa yang crash seperti Jorge Martin dan Johan Zarco, dan Analisa yang disampaikan oleh yang menguasai teknis adalah tidak ada masalah sama sekali dengan track,” jelas Sandiaga Uno.
Faktor cuaca juga menurut sandiaga uno sangat menentukan dalam balapan motogp.
“dengan cuaca yang cukup panas dengan situasi track yang sangat kompetitif, itu kita 0,0 mm sekian kita keluar dari line itu akibatnya sangat fatal, apalagi tikungan 11 yang room for errornya sangat sempit. Jadi tidak ada masalah sama sekali. ” lanjutnya.
Sandiaga uno pun menjelaskan bahwa tidak ada hal mistis yang menurutnya terjadi di balapan tersebut. Dan terlepas dari hal tersebut, Sandiaga mengatakan bahwa sirkuit mandalika menjadi sirkuit favorit banyak pembalap.
“jadi tidak ada hal mistis, semua malah mengagumi sirkuit mandalika.” pungkasnya.