Lombok Tengah – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Diskominfo Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) lakukan ground check hasil pendataan pelaksanaan Sensus Pertanian (ST 2023) periode Juni.
Ground check tersebut dilakukan di RT 006 Lingkungan Ketejer, Kelurahan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu 12 Juli 2023.
Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Biro Perencanaan BPS RI, Dr.M.Nashrul Wajdi, SST.,M.Si, Kepala Dinas Kominfo Lombok Tengah, Drs. H. Muhammad, Kepala BPS Lombok Tengah Syawaluddin Siregar, pejabat Dinas Pertanian Lombok Tengah beserta sejumlah pejabat BPS Provinsi NTB.
Adapun tujuan dilakukannya ground check itu yakni untuk menjaga kualitas isian data Sensus Pertanian 2023 yang telah dilaksanakan sebelum dilakukan tahapan pengolahan data.
Kepala BPS Loteng, Syawaluddin Siregar menjelaskan, mekanisme ground check dilakukan dengan kunjungan lapangan ke ketua Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau dusun terkait untuk mengecek kembali atau melakukan konfirmasi nama-nama kepala keluarga yang mengusahakan pertanian pada wilayah SLS yang bersangkutan sesuai hasil pendataan.
“Kita melaksanakan kegiatan ini dengan melibatkan Diskominfo, Dinas Pertanian dan BAPPERIDA Lombok Tengah sebagai bagian dari partisipasi dan kolaborasi dalam penyediaan data yang berkualitas bagi perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah” kata Syawaluddin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Muhammad mengatakan, sangat penting untuk menjaga kualitas data, sehingga pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat.
“Kolaborasi seperti ini sangat strategis sebagai langkah nyata kita secara bersama-sama untuk mewujudkan data berkualitas yang pada akhirnya akan berdampak kepada pengambilan kebijakan yang tepat.” kata Drs. H. Muhammad.
Sensus Pertanian 2023 merupakan Sensus Pertanian ketujuh yang dilakukan oleh BPS yang sebelumnya dilaksanakan pada tahun 1963, 1973, 1983, 2003, dan 2013.
“Sensus ini bertujuan untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat untuk bahan perencanaan dan evaluasi hasil-hasil pembangunan khususnya pada sektor pertanian.” tandasnya.