Lombok Tengah, NTB – Seorang warga Praya keluhkan pembuatan Akta Kelahiran di Kordinator Camat, Kantor Camat Praya Kabupaten Lombok Tengah.
Pasalnya, warga yang tidak ingin disebutkan namanya itu ketika akan membuat Akta Kelahiran harus memfotokopi sendiri formulir yang di berikan petugas.
“Waktu saya membuat (Akta Kelahiran) itu saya membawa persyaratan lengkap, kemudian diperiksa oleh pegawai disana. Setelah selesai diperiksa kemudian saya di kasi formulir, saya kira formulir itu tinggal diisi, malah saya disuruh fotokopi sendiri.” ungkapnya sehabis dari Kantor Camat Praya, Rabu 1 Februari 2023.
“Saya kaget ketika saya disuruh (fotokopi), saya tanya kenapa difotokopi, pegawainya bilang formulir hanya ada satu. Nanti kalau ini dipakai tidak ada untuk orang lain.” bebernya.
Kendati begitu, ia pun mencoba meminta bantuan kepada pegawai tersebut supaya formulir itu difotokopi lewat scanner yang ada di kantor tersebut.
“Kebetulan saya melihat ada scanner disana kemudian saya minta tolong untuk di copikan, namun dijawab tidak bisa.” katanya.
“Kalau tidak mau memfotokopi, silahkan ambil di Kantor Lurah, di Kantor Lurah juga tersedia.” kisahnya meniru ucapan pegawai itu.
Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Alpian Muntaha mengatakan bahwa formulir pembuatan Akta Kelahiran selain di Dukcapil tersedia juga di Kordinator Camat (Korcam).
“Ada juga file nya kita berikan (di Korcam) ada juga di sini, di Dukcapil ada formulir tinggal diisi. Mungkin belum mengambil dari Kantor Camat ke sini, ada di sini kok,” sebut Alpian saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon.
Ia menilai, langkah jajarannya yang menyuruh masyarakat memfotokopi formulir adalah hal yang berlebihan dan berbelit-belit.
“Ah enggak lah itu berbelit belit, saya kira enggak. Saya kira staf staf saya sudah saya briefing, tidak ada yang menyulitkan seperti itu.” tegas Alpian.
Menurut Alpian, ketidak adaan formulir tersebut karena pihak Korcam belum mengambil ke Kantor Dinas Dukcapil.
“Biasanya disuplai, jadi kemungkinan kalaupun misalnya hanya selembar, mungkin dia belum ngambil ke sini (Dukcapil). Teman teman korcam ini kan selalu ambil formulir di sini ya, kemungkinan mungkin saat itu sedang habis sekali belum mengambil ke sini lagi.” jelasnya.
Oleh karena itu, Alpian sangat bersyukur atas pengaduan masyarakat. Sebab itu, dia bisa mengetahui apa persoalan dibawah, sehingga bisa mencari jalan keluar yang terbaik untuk masyarakat.
“Saya senang sekali mendapat laporan pengaduan seperti ini untuk kita follow up, untuk kita tindak lanjuti, kenapa bisa timbul masalah.” ucapnya.
“Jadi karena kita himbauannya kan ada di WA grup itu tiap hari. Bagaimana kita menyampaikan agar pelayanan itu jangan sampai mempersulit, jangan sampai berbelit belit, bahkan kalau yang dipersulit itu kami kan sudah menyediakan layanan di nomor saya ini dengan harapan semoga apa hambatannya, kemudian kesulitannya.” sambung Alpian.
Disamping itu, dia mengatakan bahwa telah memasang nomor whatsapp nya di web Dukcapil agar mempermudah pelayanan ke masyarakat guna menyampaikan saran dan kritik terkait pelayanan jajarannya.
“Jadi saya pun kan memang sengaja memasang nomor WA saya untuk saya bisa layani masyarakat. Saya kan pasang di webnya Dukcapil itu nomor saya.” terang Alpian.
“Biar Saya tahu bagaimana perilaku teman-teman dibawah itu, supaya ada masukan juga ke saya untuk kita perbaiki kualitas pelayanan,” pungkasnya.