Lombok Tengah – Bupati Lombok Tengah, H.L Pathul Bahri resmikan Jembatan 459 di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Jumat 13 Januari 2023.
Jembatan 459 merupakan jembatan penghubung tiga Desa menuju Sirkuit Motocross, yakni Desa Lantan, Desa Aik Darek, Desa Selebung.
Bupati Loteng HL Pathul Bahri mengatakan, nama jembatan yang diresmikan tersebut sesuai dengan hasil rapat dengan para Kepala Desa (Kades) di tiga Desa dan sekitarnya.
“Namanya sesuai jumlah jari tangan saya. Yakni jari tangan sebelah kanan yang seharusnya ada lima, namun putus akibat terkena cangkul saat bertani. Sehingga menyisakan empat jari saja.” ujar Pathul.
Yang terputus tersebut kata Pathul, jari telunjuk. Sedangkan jari di tangan kiri sesuai jumlah ada lima. Kalau dihitung, maka jumlahnya sembilan jari. Sehingga namanya disepakati 459.
“Saya awalnya menyampaikan ke para kades jangan begitu. Namun, para kades tetap sepakat menamakan jembatan 459,” tutur Pathul.
“Jadi, tidak ada yang mengklaim jembatan Desa satu atau Desa dua, atau Desa lainnya. Tapi, jembatan Loteng,” imbuhnya.
Meskipun begitu, jembatan tersebut bukan datangnya dari Bupati atau Wakil Bupati, dan atau pemerintah. Melainkan, masyarakat itu sendiri.
“Karena berkat dukungan doa sekaligus ikut menjaga keamanan, dan ketertiban masyarakat, maka pembangunan daerah, investasi dan pariwisata berjalan lancar.” jelas Pathul.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Loteng M Tauhid bersukur atas peresmian jembatan tersebut. Karena menurutnya, masyarakat sudah lama menantikan jembatan itu ada.
“Mereka bersyukur jembatan yang lama diimpikan dan dicita-citakan sudah berdiri kokoh. Itu (menunggu) selama 26 tahun lamanya,” tegas Tauhid.
Tahun ini kata Tauhid, menjadi tahun yang ditunggu-tunggu warga tiga Desa. Yakni Desa Lantan, Desa Selebung dan Desa Aik Darek.
“Bahkan efeknya ke desa-desa lain di wilayah utara seperti Desa Karang Sidemen, Desa Setiling dan Desa Aik Berik.” ujar Tauhid.
Kini, mereka dengan mudah dan cepat mengakses kebutuhan hidup sehari-hari. Baik akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan bahkan pariwisata.
Diketahui, panjang jembatan itu sendiri mencapai 60 meter dan lebar 6 meter, dengan total anggaran pembangunannya sebesar Rp 10,9 miliar.
“Kami berikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya untuk bupati,” imbuhnya.