Lombok Tengah – Rangkaian HUT Lombok tengah bertajuk ‘Begawe Beleq’ yang mendatangkan Band Nasional Dewa 19 nyatanya mendatangkan kekecewaan terhadap Ketua KNPI Kabupaten Lombok Tengah, Iqra Hafidin.
Bagaimana tidak, Iqra Hafidin yang memakai gelang VIP dan menjadi tamu undangan dalam konser tersebut diduga diusir oleh oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah.
Iqra menjelaskan, dirinya padahal berjalan bersama rombongan Bupati Lombok Tengah.
“Lagi beriringan dengan pak bupati, pak bupati didepan ada yang di belakangnya pak bupati, terus saya yang ketiga terus disetop, langsung diringkus saya ditarik dari belakang terus dibawa keluar arena.” jelas Iqra melalui pesan Whatsapp 27/10/23.
Iqra menyayangkan hal tersebut terjadi lantaran dirinya datang sebagai undangan dan menggunakan gelang khusus tamu VIP, bahkan Iqra mengaku dirinya diringkus dan diperlakukan seperti seorang kriminal.
“Ga profesional sekali, SOP yang dijalani tidak jelas, saya datang ini kan begawe beleq dan kita pun jelas kapasitasnya. Tapi ya beginilah, saya ga tau mau ngomong apa intinya itulah yang terjadi diseret saya ke belakang seperti orang kriminal.” lanjut iqra.
Iqra pun mengalami lebam akibat dari yang dia alami tersebut.
“Tangan saya lebam” ungkapnya.
Saat kejadian tersebut, Iqra juga mengaku bahwa ada Kabag OPS yang juga berada di lokasi.
“Ada Kabag OPS juga disana.” jelasnya.
Salah satu Aktivis M. Fihirudin menyesalkan kejadian yang menimpa ketua KNPI Lombok Tengah.
Dirinya menyatakan Kapolres Lombok Tengah harus meminta maaf kepada Ketua KNPI Loteng atas perbuatan anak buahnya.
“Sudah bukan zamannya aparat melakukan tindakan represif, polisi yang sekarang sesuai arahan kapolri itu harus humanis, Kapolres Loteng harus minta maaf kepada ketua KNPI Loteng atas perlakuan anak buahnya.” tegas Fihir.
Fihir menegaskan akan meminta Kapolda agar mengevaluasi Kapolres Lombok Tengah jika tidak meminta maaf terhadap apa yang dialami Iqra Hafidin.
“Kalau tidak kami minta Kapolda yang baru mengevaluasi Kapolres Lombok Tengah.” tegasnya.
Kabag OPS Polres Lombok Tengah Hery Indrayanto SH, yang dihubungi menyampaikan permintaan maafnya atas segala kekurangan dalam mengamankan perhelatan ‘Begawe Beleq’.
“Gih mohon maaf atas segala kekurangan kami dalam mengamankan gawe beleq Lombok Tengah, kedepan kami perbaiki kembali, dan terimakasih atas atensi dan suport rekan-rekan wartawan.” ujarnya.
Sedangkan Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat menyampaikan agar yang bersangkutan melapor ke Propam.
“Kita cek dulu. Silahkan buat laporan ke propam. Kami tindak lanjuti. Sekarang kami selesaikan dulu tugas untuk ngatur pasca bubaran event ini” jelasnya.
Sedangkan Bupati Lombok Tengah yang dimintai komentarnya melalui pesan whatsaap belum memberikan keterangannya.