Lombok Utara – Bencana banjir bandang beberapa hari yang lalu, terjadi di Dusun Koloh Berora Desa Menggala Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) meninggalkan cerita haru dari warga terdampak bencana banjir bandang tersebut.
Ditemui dikediamanya, Kamis 11 mei 2023, Marhadi Ketua RT Dusun Koloh Berora, Desa Menggala Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) menceritakan kronologi kejadiannya pada saat banjir bandang tersebut.
“Pada saat itu sekitar jam dua siang hujan lebat terjadi di wilayah pusuk, di bagian Pemenang memang pada saat itu tidak ada hujan tapi tiba tiba airnya datang besar,” Ujarnya.
Biasanya untuk banjir yang dulu kata Marhadi memang besar airnya, tetapi tidak terlalu besar seperti yang terjadi kemarin. Tiba-tiba air tersebut datang, dan itu sangat besar sekali sampai ketinggian air sekitar satu meter didalam rumah dan mengakibatkan kerusakan rumah warga.
“Untuk di Dusun Koloh Berora sendiri waktu pendataan kepala dusun yang terdampak 31 rumah warga, tetapi untuk yang rusak hanya tiga rumah.” Terangnya.
Sementara untuk korban harta benda kata Marhadi, ada yang sampai kehilangan TV, HP perabotan dapur, pakain juga hilang. Termasuk kulkas, bahkan ada berugak dan sepeda motor ikut terseret akibat banjir.
Kejadian ini sudah yang ketiga kalinya, untuk banjir yang sebelumnya kata Marhadi tidak sebesar yang sekarang yang mengakibatkan jebol rumah.
“Kalau dulu tidak sampai masuk rumah warga.” kisahnya.
Sedangkan, untuk korban luka atau meninggal dunia menurut sepengetahuannya tidak ada korban.
“Allhamdulilah untuk korban luka maupun meninggal dunia itu tidak ada, hanya rumah saja yang rusak akibat banjir itu.” syukurnya.
Dijelaskannya, untuk bantuan sementara ada dari Desa Menggala yaitu bantuan sembako, ada dari anggota dewan, bahkan ada dari Basarnas
Sementara untuk kebutuhan yang diperlukan saat ini oleh masyarakat adalah air bersih, kemudian tempat pembuangan, dikarenakan seperti kamar mandi sepiteng semua hancur sementara ini ia masih memanfaatkan kali.
“Harapan kedepan kita kepada pemerintah supaya tanggul yang ada di depan itu, untuk penahan air kali bisa diperbaiki, biar bisa lebih ditinggikan, terutama di dekat jembatan itu,” Harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Menggala, Lalu Sapta saat ditemui di kediamannya mengatakan, di Desa Menggala memang rawan sekali dengan bencana.
“Di Desa Menggala ini rawan sekali dengan bencana terutama di pinggir hutan, terutama di Dusun Bentek, karena sudah beberapa kali kejadian.” Ungkap Kepala Desa Menggala itu.
Dijelaskannya, untuk banjir beberapa hari lalu yang terjadi di Dusun Koloh Berora itu volume air besar tiba – tiba datang menimpa rumah warga, kemudian tidak terlalu lama sekitar setengah jam langsung air tersebut surut.
Dampak dari banjir tersebut selain jembatan kata Kades, memang ada beberapa rumah warga yang terdampak.
“Keterkaitan dengan permasalahan ini kami dari pemerintah Desa Menggala ketika ada bencana seperti ini, kita langsung cepat tanggap dan memberikan bantuan termasuk dari Desa, ada dari Dinas Sosial, BPBD, dan juga dari Basarnas” katanya.
“Keterkaitan dengan yang lain lain menyangkut kerusakan seperti sepiteng, pemerintah melalui dinas PUPR akan memberikan bantuan seperti jamban kepada warga yang terdampak.” tambah Kades.
Untuk penanganan jangka panjang kata Kades Menggala, karena di wilayah itu sendiri sering terjadi banjir ia akan berkordinasi dengan pemerintah guna mengatasi permasalahan tersebut, seperti penanaman pohon kembali di wilayah hutan Pusuk.
“Awal dampak dari permasalahan ini karena hutan yang pohonya banyak ditebang, makanya kemarin kita sempat ketemu dengan Dinas Pertanahan Provinsi dan banyak membicarakan tentang bagaimana cara untuk penanaman pohon dihutan kembali” Katanya.
Dikatakannya, karena sekarang memang ada aturan baru nanti bagaimana Desa, dalam arti pengelolaan pembinaan untuk penanaman kayu kembali itu seperti apa, jenis kayu seperti apa, yang bisa berguna dan bermanfaat untuk masyarakat.
“Pohon atau kayu yang ditanam itu adalah pohon yang bisa berbuah, tapi tidak boleh ditebang, dan buahnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.” Pungkasnya. (teno)