Lombok Tengah – Tradisi unik di bulan Ramadhan warga di Lombok tengah buka bersama di jalanan.
Tradisi unik itu biasanya digelar mendekati hari lebaran atau menjelang hari raya idul fitri.
Kurun waktu tiga tahun terakhir, warga Kampung Meteng, Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah melakukan kegiatan tersebut.
“Ini tahun ke tiga kami melaksanakan kegiatan ini. Tahun pertama pada tahun 2021 lalu.” kata Ketua RT 02 Kampung Meteng, Jumawal di lokasi, Rabu 19 April 2023.
Jumawal yang memiliki nama beken Gewel itu menjelaskan, kegiatan yang ia prakarsai bersama ketua remaja RT 02 Kampung Meteng tiga tahun silam itu semata-mata bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi dengan warga.
Sehingga dengan kegiatan ini ia berharap, hubungan antar warga atau tetangga bisa terjalin dengan baik dan juga tambah harmonis.
“Hanya untuk mempererat silaturahmi antar warga saja,” ujar Gewel.
Gewel mengatakan, kalau berbuka puasa bersama dengan keluarga itu adalah hal yang sudah biasa.
Namun ia mengaku, jika buka bersama dengan orang sekampung suasana dan kebahagiaan yang dirasakan sangat jauh berbeda.
“Di RT 02 ini kami memiliki sekitar 160 KK, hampir semuanya ikut buka bersama di jalan-jalan perkampungan kami. Bahkan, ada sebagian dari luar RT 02 juga ikut bergabung.” ungkapnya.
Atas hal itu, ia pun berharap apa yang dilakukan dirinya bersama warga saat ini semoga kedepannya menjadi tradisi atau kebiasaan Kampung Meteng yang terus dilakukan, dan bisa di suport oleh pemerintahan.
“Semoga tahun depan, semua RT di Kampung Meteng ini bisa melaksanakan kegiatan ini. Kalau semua RT (Kampung Meteng) melakukan ini InsyaAllah pasti lebih meriah lagi kedepannya.” tutup Gewel.
Sementara, Ketua Remaja RT 02 Kampung Meteng, Rojali berharap untuk acara seperti ini perlu di terapkan di berbagai kampung.
Menurutnya, hal seperti ini memang sederhana. Namun, ia menilai bahwa kegiatan seperti ini bagian salah satu cara menjalin silaturahmi dengan sesama warga.
“Tidak selalu buka bersama teman di tempat tongkrongan itu membuat kita bahagia. Hal seperti ini yang paling sederhana, bersama keluarga, bermasyarakat dan pastinya tidak menguras isi kantong.” katanya.
“Jadi, semoga acara seperti ini bisa di implementasikan di tempat yang lain.” harapnya.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang warga RT 02 Kampung Meteng, Adi Ochet.
Ia mengatakan, tradisi seperti ini harus di jaga dan dilakukan setiap tahunnya. Karena menurut dia, kegiatan berbuka bersama di jalan kampung ini merupakan hal positif yang harus dilestarikan hingga generasi berikutnya.
Menurut Adi Owchet, antusias warga mengikuti buka bersama di jalan kampung ini cukup tinggi. Terlihat dari tahun ke tahun warga yang mengikuti acara ini semakin bertambah.
Bahkan, ada juga sebagian warga RT 02 yang keluarganya datang dari luar Lombok Tengah hanya sekedar menikmati sensasi buka bersama di jalanan ini.
Oleh karena itu, Adi Owchet berharap semoga kedepannya kegiatan buka bersama ini menjadi lebih baik dan tetap terlaksana setiap tahun.
“Dan menjadi tradisi bagi Kampung kami sampai cucu moyang kita besok bisa mengikuti acara seperti ini. tegas Adi Owchet.
Sementara itu, Lurah Prapen, Lalu Iman Zuhri, SE mengapresiasi kegiatan yang tiap tahun di adakan warganya tersebut.
“Alhamdulillah ini tahun kedua diadakan sejak tiang jadi Lurah di Kelurahan Prapen Niki.” ujar Iman dikesempatan itu.
Ia mengatakan bahwa dirinya selaku Lurah Prapen sangat mendukung kegiatan ini.
Sehingga, ia berharap untuk kedepannya semua lingkungan di Kelurahan Prapen khususnya lingkungan Meteng niki untuk bisa mengadakannya kembali sebagai sarana untuk menyambung silaturahmi.
“Mungkin ini satu satunya yang ada di Lombok Tengah adanya berbuka bareng dengan alakadarnya, dilaksanakan disetiap rumah yang dikhususkan di pinggir jalan.” jelasnya.
Untuk pelaksanaan yang akan datang kata Iman, jauh jauh hari ia akan berkoordinasi dengan RT setempat supaya bisa menghadirkan pejabat-pejabat pemerintahan di tengah-tengah warga.
“InsyaAllah, jika saya masih menjabat (Lurah) kita akan undang Bupati dan wakil Bupati untuk tahun depan,” tutup Lurah Prapen. (ljap)