Lombok Tengah – Persoalan tudingan mantan anggota DPR fathurahman atau yang akrab disapa fath,terhadap management Tampah Hills nampaknya berbuntut Panjang.
Pasalnya, tudingan fath akan management tampah yang tidak mengakomodir masyarakat setempat,dibantah keras oleh warga tampah sendiri.
Salah satunya adalah Miarse, staf Tampah Hills yang juga Ketua BPD desa Mertak, yang ditemui dalam kesempatan konferensi pers di Sport Center Tampah Hills, 6/4/23.
Miarse menyampaikan bahwa selama ini tampah hills sangat memperhatikan keberadaan masyarakat sekitar dengan membangun masjid dan membangun sekolah serta jalan di tiga dusun sekitar Tampah Hills.
“kita sangat dimanjakan oleh tampah hills, bahkantong sampah pun disediakan, jangankan di luar, didalam rumah pun kami disediakan tong sampah” ujar Miarse bersemangat.
Miarse sendiri mengaku mengenal Fath,dirinya menyayangkan kenapa fath berstatement di media, bukan menanyakan langsung terhadap dirinya terkait apa yang menjadi tudingannya.
“saya akrab juga dengan fatah,kalau memang mereka merasa dirugikan atau tidak dihiraukan oleh tampah hills,kan seharusnya dia mengkomunikasikan dengan saya terlebih dahulu apa permasalahannya sehingga apa yang harus diaperbuat apa yang harus dialakukan sehingga bisa memasukkan orang untuk bekerja atau sesuai dengan keluhannya dia” lanjutnya.
Miarse menjelaskan Fath sendiri pernah mengajukan CV,namun tampah hills memiliki standar sendiri untuk menerima orang bekerja.
“dulu dia pernah mengajukan cv tapi kan tampah hills ini punya standar dan karakter yang harus dapat bisa bekerja di tampah hills ini,tidak bisa kita menerima PT abal-abal” bebernya.
Seperti yang diketahui,tudingan Fath terhadap tampah hills kemudian dilaporkan ke Polres Lombok Tengah dan menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial. Fath yang mengaku warga tampah sendiri pun diakui Miarse tak pernah menanyakan atau berkoordinasi secara langsung dengan pihak managemen.
“seharusnya dia datang dan bertanya langsung,tidak melalui media” tegas Miarse.
Sementara Fath yang dihubungi via pesan whatsapp, menjawab bahwa warga mekarsari ada ribuan jiwa.
“Dia lupa kalau saya warga mekar sari yg tinggal di mekar sari, warga mekar sari bukan hanya pak miarse saja tapi ribuan jiwa, berapa % yang sudah di akomodir? Paling banyak sebagai buruh kasar dan satpam, untuk urusan masukan CV, punya SOP sendiri saya tidak pernah datang ke manajement bawa CV, pak Miarse harus bisa pisahkan mana obrolan pribadi saya dengan dia sebagai ketua BPD dan dengan posisi dia sebagai pegawai tampah Hills. Terkait tampah Hills, saya tidak perlu diceritakan karena saya tinggal di desa yang sama dengan tampah Hills yakni desa mekar sari” Jawabnya.