Lintasmandalika – Kontingen Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan dominasinya di cabang olahraga Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026.
Bertanding di hadapan publik sendiri, para peselancar tuan rumah sukses memborong medali dan menyapu bersih medali emas di seluruh divisi yang dipertandingkan hingga Jumat (17/7/2026).
Prestasi gemilang tersebut semakin mengukuhkan Lombok Tengah sebagai salah satu daerah dengan kekuatan selancar ombak terbaik di NTB.
Dukungan penuh masyarakat serta keuntungan mengenal karakter ombak di Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger menjadi modal penting bagi para atlet untuk tampil percaya diri sepanjang pertandingan.
Cabang olahraga selancar ombak Porprov XII NTB 2026 resmi digelar sejak Rabu (15/7/2026) dengan mengambil lokasi di dua destinasi wisata kelas dunia, yakni Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger, Kabupaten Lombok Tengah.
Kedua lokasi tersebut dikenal memiliki ombak yang menantang sekaligus menjadi salah satu spot favorit peselancar, baik nasional maupun mancanegara.
Sebanyak 27 atlet dari enam kabupaten/kota ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dan Kabupaten Dompu.
Selama tiga hari pelaksanaan lomba, para atlet menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam menaklukkan gulungan ombak.
Persaingan berlangsung ketat di setiap divisi, namun para atlet Lombok Tengah mampu menunjukkan kualitas teknik, keseimbangan, hingga keberanian dalam memilih ombak yang menjadi penilaian utama dewan juri.
Hasilnya, Lombok Tengah berhasil keluar sebagai kontingen paling dominan dengan mengoleksi medali emas di sejumlah nomor bergengsi.
Pada Divisi Shortboard, atlet Amir Hamzah sukses mempersembahkan medali emas setelah tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final.
Penampilannya yang agresif dan penuh percaya diri membuatnya unggul atas para pesaing dari kabupaten lain.
Sementara pada Divisi Longboard, Jarek juga berhasil menyumbangkan medali emas untuk Lombok Tengah. Penampilannya yang tenang dengan manuver-manuver yang bersih mendapat nilai tinggi dari para juri.
Tak hanya itu, Lombok Tengah juga menambah perolehan medali melalui Sahrul yang meraih medali perak di Divisi Longboard, serta M Alui yang berhasil membawa pulang medali perunggu pada Divisi Aerial.
Pelatih PSOI Lombok Tengah, Risman, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian luar biasa anak asuhnya pada ajang Porprov XII NTB 2026.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan diraih secara instan, melainkan hasil dari proses latihan yang panjang, disiplin, serta semangat juang para atlet yang tidak pernah surut.
“Alhamdulillah, hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh atlet selama menjalani latihan. Mereka berlatih dengan sungguh-sungguh dan terus berusaha meningkatkan kemampuan. Usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Risman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga selancar ombak di Lombok Tengah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama, mulai dari atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah hingga masyarakat yang terus memberikan semangat kepada para atlet selama bertanding.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan mempertahankan tradisi juara pada ajang-ajang berikutnya,” katanya.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Lombok Tengah tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia melalui kawasan Mandalika, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet selancar berprestasi yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Dengan hasil tersebut, cabor PSOI turut memberikan kontribusi penting terhadap pundi-pundi medali Kabupaten Lombok Tengah pada Porprov XII NTB 2026.
Raihan ini diharapkan semakin memperkokoh posisi Lombok Tengah dalam persaingan klasemen perolehan medali sekaligus menjadi motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus mengukir prestasi hingga berakhirnya pesta olahraga terbesar di Nusa Tenggara Barat tersebut.