Lintasmandalika.com – Transparansi anggaran kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lombok Tengah menjadi sorotan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah, muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai penggunaan dana untuk rangkaian kegiatan Paskibraka, termasuk agenda perjalanan ke luar daerah.
Publik mempertanyakan berapa besar anggaran yang sebenarnya digelontorkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, mulai dari proses perekrutan, pembinaan dan pelatihan, pelaksanaan upacara pengibaran bendera, hingga kegiatan setelah pelaksanaan tugas pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Pertanyaan itu dinilai wajar karena hingga kini, informasi mengenai total anggaran kegiatan Paskibraka setiap tahunnya belum banyak diketahui secara terbuka oleh masyarakat.
Sorotan semakin menguat setelah muncul informasi bahwa para anggota Paskibraka bersama jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lombok Tengah melakukan perjalanan ke luar daerah usai menjalankan tugas.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran, agenda tersebut memunculkan pertanyaan baru. Apakah kegiatan itu telah direncanakan dalam anggaran sejak awal dan bagaimana urgensinya terhadap pembinaan Paskibraka?
Masyarakat pun meminta pemerintah tidak hanya menjelaskan besaran anggaran, tetapi juga merinci seluruh penggunaannya agar tidak muncul kecurigaan adanya pemborosan uang negara.
Pasalnya, anggaran Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pengibaran bendera pada 17 Agustus. Ada rangkaian panjang yang dimulai dari seleksi peserta, pelatihan, perlengkapan, konsumsi, pembinaan, hingga kegiatan pascapelaksanaan tugas.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pada tahun sebelumnya setiap anggota Paskibraka Lombok Tengah juga menerima hadiah berupa satu unit laptop. Pemberian tersebut tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, meski publik belum memperoleh gambaran lengkap mengenai sumber dan total anggaran yang digunakan.
Kini, ketika pemerintah sedang mendorong efisiensi belanja, kegiatan perjalanan ke luar daerah kembali mengundang perhatian. Masyarakat mempertanyakan, apakah perjalanan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan yang memiliki dasar perencanaan dan manfaat yang jelas, atau justru berpotensi dipersepsikan sebagai kegiatan yang tidak sejalan dengan semangat penghematan anggaran.
Transparansi menjadi kata kunci untuk menjawab seluruh pertanyaan itu. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dinilai perlu membuka informasi mengenai alokasi anggaran Paskibraka secara lebih rinci, termasuk anggaran seleksi, pelatihan, perlengkapan, insentif atau penghargaan, hadiah, hingga biaya perjalanan dan kegiatan pascapengibaran bendera.
Keterbukaan tersebut penting agar masyarakat mengetahui ke mana uang daerah dibelanjakan dan memastikan setiap rupiah yang bersumber dari anggaran negara digunakan sesuai kebutuhan serta memberikan manfaat yang jelas.
Sebab, efisiensi anggaran tidak seharusnya hanya menjadi slogan. Ketika masyarakat diminta memahami keterbatasan anggaran dan pemerintah didorong melakukan penghematan, penggunaan uang publik untuk setiap kegiatan juga harus dapat dijelaskan secara terbuka.
Kini, bola ada di tangan Pemkab Lombok Tengah. Membuka rincian anggaran secara transparan diyakini menjadi cara untuk menjawab pertanyaan publik sekaligus menghilangkan dugaan pemborosan.
Berapa sebenarnya anggaran Paskibraka Lombok Tengah? Untuk apa saja dana itu digunakan? Dan apakah perjalanan ke luar daerah tersebut memang menjadi kebutuhan yang telah direncanakan?
Sementara itu, Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Kesbangpol Lombok Tengah, Fero Ramdhoni, saat dikonfirmasi mengakui adanya anggaran untuk seluruh rangkaian kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), termasuk agenda perjalanan ke luar daerah.
Fero mengatakan anggaran untuk rangkaian kegiatan Paskibraka memang telah disiapkan. Namun, dia mengaku tidak hafal secara rinci nominal anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah.
“ada cuman saya ga hapal,” ujar Fero.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Paskibraka tahun ini juga belum sepenuhnya selesai. Setelah seluruh agenda rampung, pihaknya akan menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) terkait penggunaan anggaran maupun pelaksanaan kegiatan.
“Rangkaian kegiatannya blm selsai dan setelahnya nanti akan segera kami buatkan laporan pertanggungjawaban anggarannya dan kegiatannya,” jelasnya.
Terkait perjalanan Paskibraka ke luar daerah yang sebelumnya menjadi sorotan, Fero membenarkan adanya agenda tersebut. Dia menyebut kegiatan itu merupakan bagian dari study wisata.
Namun, Fero menegaskan perjalanan tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan wisata. Para anggota Paskibraka juga diberikan tugas secara berkelompok selama mengikuti agenda tersebut.
“Itu ada perjalanan study wisata, selain berwisata mereka di berikan tugas per kelompok dan yg harus mereka presentasikan nanti di malam terakhir,” katanya.