Lintasmandalika.com – Persoalan pertanian masih menjadi perhatian utama masyarakat Dusun Rerangan, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
Hal itu terungkap saat Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah dari Fraksi Demokrat, Lalu Yudhistira Praya Manggala, melaksanakan Reses III Masa Persidangan III Tahun 2025/2026, Selasa.
Dalam agenda serap aspirasi tersebut, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak guna menunjang sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Menariknya, hampir seluruh usulan yang disampaikan warga berkaitan langsung dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian.
Mulai dari pembangunan saluran irigasi, pengadaan traktor, pembangunan jalan usaha tani, hingga kebutuhan batu sikat untuk mendukung infrastruktur lingkungan menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan.
Warga menilai keberadaan infrastruktur pertanian yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas bercocok tanam sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Yudhistira memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia mengakui kunjungan reses ke Dusun Rerangan menjadi yang pertama kalinya sejak dirinya menjabat sebagai anggota DPRD Lombok Tengah.
Karena itu, ia meminta masyarakat memahami bahwa realisasi program akan dilakukan secara bertahap sesuai urutan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
“Dari semua aspirasi yang disampaikan, insya Allah akan kita catat dan ke depan akan kita realisasikan sesuai dengan urutan. Karena Dusun Rerangan ini merupakan masyarakat yang baru pertama kali saya kunjungi dalam kegiatan reses, sehingga ada masyarakat yang lebih dahulu kami kunjungi dan perlu kami selesaikan terlebih dahulu,” ujar Yudhistira di hadapan warga.
Politisi Demokrat tersebut menjelaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, melainkan momentum untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Menurutnya, melalui dialog langsung dengan warga, anggota legislatif dapat mengetahui kebutuhan riil masyarakat sehingga program yang diperjuangkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
Yudhistira menilai sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di banyak wilayah Lombok Tengah.
Oleh karena itu, dukungan terhadap infrastruktur dan sarana pertanian harus menjadi perhatian bersama.
Ia menyebut keberadaan saluran irigasi yang baik dapat menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Sementara itu, bantuan alat dan mesin pertanian seperti traktor dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus menekan biaya produksi.
Tak kalah penting, pembangunan jalan usaha tani juga dibutuhkan untuk mempermudah akses petani menuju lahan pertanian maupun mendukung distribusi hasil panen ke pasar.
“Pertanian adalah sektor yang sangat penting bagi masyarakat. Karena itu kebutuhan seperti irigasi, alat pertanian dan jalan usaha tani memang harus menjadi perhatian agar produktivitas petani bisa meningkat,” katanya.
Selain menyerap aspirasi warga, dalam kesempatan tersebut Yudhistira juga menyerahkan bantuan sebesar Rp2,5 juta untuk masjid yang berada di Dusun Rerangan.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.
Penyerahan bantuan diterima langsung oleh pengurus masjid dan mendapat apresiasi dari warga yang hadir dalam kegiatan reses tersebut.
Masyarakat berharap kehadiran wakil rakyat di tengah-tengah warga tidak hanya menjadi sarana penyampaian aspirasi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai kebutuhan pembangunan yang selama ini mereka harapkan.
Dengan mayoritas usulan yang berfokus pada sektor pertanian, warga optimistis dukungan pemerintah melalui perjuangan anggota DPRD dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Dusun Rerangan di masa mendatang.
Reses yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat, sekaligus mempertegas komitmen untuk mengawal pembangunan yang berangkat dari kebutuhan nyata warga di tingkat akar rumput.