Lintasmandalika.com – Infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang paling banyak dikeluhkan masyarakat di wilayah Kecamatan Kopang dan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.
Keluhan tersebut mencuat saat Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah dari Fraksi Golkar, Ferdian Elmansyah, melaksanakan Reses III Masa Persidangan III Tahun 2026.
Dalam agenda serap aspirasi yang digelar di enam desa di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kopang–Janapria, Ferdian menerima beragam usulan warga mulai dari perbaikan jalan, dukungan kegiatan kepemudaan, pengembangan UMKM hingga pelestarian seni budaya.
Enam desa yang menjadi lokasi reses tersebut yakni Desa Selebung Rembiga, Desa Bakan, Desa Kopang Rembiga, Desa Muncan, Desa Monggas, dan Desa Darmaji.
Di hampir setiap titik pertemuan, warga menyampaikan harapan yang sama, yakni adanya percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.
Menurut warga, kondisi sejumlah ruas jalan masih membutuhkan perhatian agar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar.
“Perbaikan jalan masih menjadi kebutuhan utama yang disampaikan masyarakat di beberapa desa. Selain itu, ada juga usulan penataan lingkungan dan fasilitas pendukung kegiatan masyarakat,” kata Ferdian.
Tak hanya persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan fasilitas penunjang kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sejumlah kelompok warga mengusulkan bantuan berupa sound system, terop, hingga peralatan memasak yang dapat digunakan secara bersama-sama dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Usulan tersebut dinilai penting karena fasilitas tersebut sering digunakan saat pelaksanaan kegiatan keagamaan, acara sosial, maupun kegiatan adat yang melibatkan banyak warga.
Di sektor seni dan budaya, masyarakat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap pelestarian tradisi lokal.
Warga menginginkan dukungan fasilitas kesenian serta penyelenggaraan event budaya yang mampu menjadi wadah ekspresi sekaligus menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, kalangan pemuda juga memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Salah satu yang banyak diusulkan adalah penyelenggaraan turnamen olahraga dan dukungan terhadap berbagai kegiatan kepemudaan.
Menurut mereka, kegiatan olahraga tidak hanya menjadi sarana pengembangan bakat generasi muda, tetapi juga mampu mempererat hubungan sosial dan menjaga semangat kebersamaan antarwarga.
Aspirasi lain yang cukup menonjol datang dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka berharap adanya program pemberdayaan yang lebih konkret untuk membantu pengembangan usaha masyarakat.
Mulai dari bantuan sarana produksi, pelatihan peningkatan kapasitas usaha, hingga promosi produk lokal menjadi beberapa kebutuhan yang disampaikan kepada wakil rakyat tersebut.
Menanggapi berbagai usulan yang diterima, Ferdian menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan didata dan dibawa ke forum pembahasan di DPRD untuk diperjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki lembaga legislatif.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata.
Sektor ekonomi kerakyatan, kepemudaan, olahraga, serta pelestarian seni dan budaya juga harus mendapatkan perhatian yang seimbang.
“Semua usulan masyarakat akan kami inventarisasi dan kami perjuangkan agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan daerah. Tentu akan disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Politisi Golkar tersebut menilai kegiatan reses menjadi salah satu instrumen penting bagi anggota dewan untuk mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
Melalui komunikasi yang intensif dengan warga, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dipetakan dan diperjuangkan melalui mekanisme legislasi maupun penganggaran.
Karena itu, Ferdian berharap kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda formal semata, melainkan benar-benar menjadi jembatan antara masyarakat dengan wakil rakyat dalam memperjuangkan pembangunan daerah.
Melalui Reses III Masa Persidangan III Tahun 2026 ini, Ferdian kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Dapil II Kopang–Janapria.
Ia berharap berbagai kebutuhan yang disampaikan warga dapat terakomodasi dalam program pembangunan daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Bagi kami, reses bukan sekadar mendengar, tetapi memastikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat memiliki peluang untuk diperjuangkan dan diwujudkan demi kemajuan daerah,” pungkasnya.