Lintasmandalika.com — Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Pacu Provinsi Nusa Tenggara Barat memasuki babak baru. Lalu Hizzi, S.Pd., resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Federasi Nasional Pordasi Pacu NTB masa bakti 2026-2030.
Pelantikan berlangsung di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis, 13 Agustus 2026. Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Harian DPP Pordasi Pacu, Edi Wijaya.
Pergantian kepengurusan tersebut bukan sekadar agenda organisasi. Pordasi Pacu NTB kini dihadapkan pada pekerjaan besar untuk mengangkat kembali potensi pacuan kuda NTB sekaligus menyiapkan atlet menghadapi kompetisi nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.
Dalam sambutannya, Edi Wijaya menyampaikan pesan Ketua Umum DPP Pordasi Pacu sekaligus mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus Pordasi Pacu NTB yang resmi dilantik.
Menurut dia, pelantikan tersebut harus dimaknai sebagai awal dari amanah dan tanggung jawab untuk mengembangkan olahraga pacuan kuda di NTB.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memulai sebuah amanah, tanggung jawab dan pengabdian terhadap olahraga, khususnya olahraga kuda pacu di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ujar Edi.
Ia meminta kepengurusan baru segera bekerja keras, terutama dalam menghadapi Kejuaraan Nasional yang akan digelar di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kejurnas tersebut menjadi penting karena merupakan bagian dari persiapan menuju PON XXII 2028.
“Semoga pengurus bisa bekerja keras untuk menyukseskan olahraga berkuda pacu dalam Kejurnas yang akan diselenggarakan di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Edi menilai NTB memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai salah satu kekuatan olahraga pacuan kuda nasional. Selain memiliki tradisi panjang, pacuan kuda juga melekat dengan budaya masyarakat NTB.
“NTB ini memiliki sejarah, tradisi, budaya serta potensi yang besar dalam olahraga pacuan kuda,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada Lalu Hizzi bersama jajaran pengurus agar menjalankan amanah dengan integritas dan semangat kebersamaan.
“Mari kita bekerja dengan hati, bekerja dengan integritas dan bekerja dengan semangat kebersamaan,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Widodo Edi Sektianto dari Bidang IX Kesekretariatan KONI Pusat yang turut menghadiri pelantikan.
Widodo menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus Pordasi Pacu NTB yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan komitmen.
Menurut dia, NTB memiliki potensi besar untuk melahirkan prestasi di cabang olahraga pacuan kuda.
Salah satu kekuatan tersebut terlihat dari keberadaan banyak joki cilik NTB yang dinilai memiliki keberanian dan keterampilan bertanding.
“NTB memiliki potensi besar terhadap kuda pacu. Hal ini dilihat dari masyarakat NTB dan banyaknya joki-joki cilik yang memiliki keberanian dan keterampilan bertanding sangat baik,” ujar Widodo.
Potensi tersebut, kata dia, perlu diikuti dengan program pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan bakat. Sosialisasi, kompetisi, pembinaan usia dini hingga peningkatan kualitas pelatih harus dilakukan secara berjenjang.
Widodo juga mengingatkan pentingnya standar penganggaran, pengamanan dan keselamatan dalam setiap kegiatan pacuan kuda.
“Tidak kalah penting, standardisasi penganggaran, terutama pengamanan dan keselamatan harus menjadi atensi,” katanya.
Ia menilai tata kelola organisasi akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembinaan olahraga prestasi pacuan kuda di NTB.
Karena itu, Pordasi Pacu NTB diminta membangun sinergi dengan KONI Provinsi NTB, pemerintah daerah dan masyarakat.
“Dalam memajukan olahraga membutuhkan kolaborasi. Pacu kuda NTB harus menjadi contoh prestasi olahraga yang tumbuh dari kekuatan daerah, budaya dan masyarakat,” ujar Widodo.
Sementara itu, Ketua Pordasi Pacu NTB Lalu Hizzi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada dirinya bersama jajaran pengurus.
Ia juga mengapresiasi DPP Pordasi Pacu yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk melaksanakan Musyawarah Provinsi beberapa bulan lalu hingga terbentuk kepengurusan baru.
Bagi Lalu Hizzi, kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab yang harus dijawab dengan kerja nyata.
Ia menegaskan semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi atlet pacuan kuda NTB.
“Semangat kebersamaan akan menjadikan atlet pacu kuda di NTB bisa ditingkatkan,” kata Lalu Hizzi.
Dengan kepengurusan baru periode 2026-2030, Pordasi Pacu NTB kini memiliki pekerjaan besar, mengubah potensi, tradisi dan keberanian para joki menjadi prestasi yang bisa dibawa ke panggung nasional.
Kejurnas di Sumba Barat menjadi ujian awal sebelum NTB menatap target yang lebih besar, yakni PON XXII 2028.