Lintasmandalika.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Tengah menggelar family gathering bersama kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 di Bencingah Agung Masmirah, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat sekaligus melepas perjuangan ratusan atlet yang akan membawa nama daerah pada ajang olahraga terbesar di Nusa Tenggara Barat.
Acara tersebut dihadiri Bupati Lombok Tengah H.L. Pathul Bahri, jajaran kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, pengurus KONI, atlet, ofisial, serta tamu undangan.
Ketua KONI Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya mengatakan, dipilihnya Bencingah Agung Masmirah sebagai lokasi family gathering bukan tanpa alasan.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai historis dan spiritual karena sebelumnya menjadi lokasi pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi NTB ke-31.
“Insya Allah tempat ini menjadi tempat yang diberkahi sehingga kami memilih Bencingah Agung Masmirah sebagai venue family gathering kontingen Porprov 2026,” ujarnya.
Firman mengungkapkan, Lombok Tengah akan menurunkan total 702 orang yang terdiri atas 598 atlet dan 104 ofisial.
Mereka akan berlaga pada 477 nomor pertandingan dari 49 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Jumlah tersebut menjadikan kontingen Lombok Tengah sebagai peserta terbesar kedua di NTB setelah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Dengan kekuatan itu, KONI Lombok Tengah memasang target, yakni membawa pulang 120 medali emas.
Target tersebut diyakini mampu mengantarkan Lombok Tengah menembus posisi tiga besar klasemen akhir Porprov NTB 2026.
“Kalau kita bisa meraih 120 medali emas, insya Allah Lombok Tengah berada di posisi tiga besar. Pada Porprov 2023 lalu kita masih berada di peringkat kelima dari 10 kabupaten/kota di NTB,” katanya.
Firman juga mengapresiasi semangat para atlet yang tetap berjuang meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Bahkan sekitar 100 atlet diberangkatkan secara mandiri dengan biaya sendiri demi tetap bisa tampil membela daerah.
“Alhamdulillah keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat putra-putri terbaik Lombok Tengah. Ada sekitar 100 atlet yang berangkat secara mandiri, tetapi semangat mereka untuk meraih medali emas tidak pernah surut,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan selama empat bulan terakhir dapat berbuah hasil maksimal saat Porprov NTB berlangsung pada 16-25 Juli 2026.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah H.L. Pathul Bahri memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar bertanding dengan penuh percaya diri dan menjadikan prestasi sebagai kebanggaan daerah.
Menurutnya, para atlet adalah aset bangsa yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.
Pathul juga meminta para atlet menjaga kondisi fisik menjelang pertandingan dengan mengatur pola istirahat, menjaga kesehatan, dan menghindari aktivitas yang dapat mengganggu performa saat bertanding.
“Jangan sampai belum bertanding sudah kalah karena kondisi fisik tidak dijaga. Mulai sekarang harus mengatur waktu istirahat, menjaga kesehatan, karena kesehatan adalah modal utama untuk meraih prestasi,” pesannya.
Pathul menegaskan pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap atlet berprestasi.
Ia bahkan meminta seluruh cabang olahraga tetap berjuang maksimal agar target medali yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Anak-anak harus menjadi juara. Jadilah kebanggaan Lombok Tengah. Perjuangan harus menjadi prioritas, karena kalian adalah harapan daerah dan harapan bangsa,” tutupnya.