Lintasmandalika.com – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Lombok Tengah menyatakan kesiapannya untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 mendatang. Dengan persiapan yang matang, tim dayung Lombok Tengah optimistis dapat membawa pulang empat medali emas.
Ketua PODSI Lombok Tengah, Qori Atmaja, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini membina 10 atlet andalan yang akan diterjunkan dalam kompetisi tersebut. Meski hanya berkekuatan 10 orang, para atlet ini akan bertanding di 12 kelas berbeda, mencakup kategori putra dan putri.
Sekretaris PODSI Lombok Tengah, Roy Rahmanto, merincikan bahwa ke-12 kelas yang dipertandingkan meliputi jenis lomba Kayak, Kano, Selalom (Slalom), dan Stand Up Paddle. Sesuai dengan aturan teknis (THB), satu atlet diperbolehkan mengikuti maksimal tiga kelas, namun rata-rata atlet Lombok Tengah akan turun di dua kelas berbeda.
Adapun lokasi pertandingan akan tersebar di beberapa titik sesuai kategorinya:
• Bendungan Batujai: Untuk cabang Kayak dan Kano.
• Punikan: Untuk cabang Selalom.
• Senggigi: Untuk cabang Stand Up Paddle.
Intensitas Latihan dan Kesiapan Mental
Guna mencapai target yang diberikan oleh KONI Kabupaten Lombok Tengah, frekuensi latihan ditingkatkan menjadi empat kali seminggu (Jumat, Sabtu, Minggu, dan Selasa). Selain di Bendungan Batujai, latihan juga dilakukan secara intensif di wilayah Geropok dan Tonjeng Beru.
Selain penguatan fisik dan teknik, manajemen PODSI juga menitikberatkan pada kesiapan psikologis. “Dalam waktu dekat, kami akan mempersiapkan mental para atlet agar tidak grogi saat perlombaan. Itu aspek yang sangat perlu dilatih,” tegas Qori Atmaja disela-sela latihan di Tonjeng Beru 12/5/2026.
Dengan strategi pembagian kelas yang efektif dan pemusatan latihan di berbagai lokasi, PODSI Lombok Tengah berharap dapat memberikan hasil maksimal bagi kejayaan olahraga daerah di tingkat provinsi.