Lintasmandalika.com – Pelayanan kesehatan jantung di Kabupaten Lombok Tengah memasuki babak baru. RSUD Praya mulai melaksanakan Proctorship Layanan Intervensi Nonbedah Kardiovaskular Perdana, sebagai langkah awal penguatan layanan penanganan penyakit jantung di daerah.
Kegiatan yang berlangsung pada 25–27 Oktober 2026 tersebut secara resmi digelar di Aula RSUD Praya, Senin (26/10/2026), dengan pendampingan dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK)/Pusat Jantung Nasional.
Turut hadir perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Selong, jajaran manajemen RSUD Praya, tenaga kesehatan, serta pihak terkait lainnya.
Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita atas dukungan dalam menghadirkan layanan intervensi jantung nonbedah di RSUD Praya.
Menurut Bupati, kehadiran layanan tersebut menjadi kebutuhan penting mengingat kasus penyakit jantung di Lombok Tengah cukup tinggi, yakni sekitar 1.400 kasus per tahun.
“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah memiliki instalasi dan mulai melakukan penanganan penyakit jantung, meskipun masih pada layanan nonbedah. Harapannya masyarakat yang membutuhkan penanganan bisa segera dilayani dan tidak lagi harus menempuh perjalanan terlalu jauh ke rumah sakit provinsi maupun rumah sakit lainnya,” ujar Bupati.
Bupati juga meminta jajaran direksi dan seluruh tenaga kesehatan RSUD Praya terus bekerja keras serta membangun sinergi dengan seluruh stakeholder agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas.
Sementara itu, Manajer Instalasi Kerja Sama Global dan Jejaring RSJPDHK/Pusat Jantung Nasional, Nur Hasanah, S.Sos., M.ARS., menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan jajaran RSUD Praya atas komitmen memperkuat pelayanan kardiovaskular.
Ia mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen RSJPDHK sebagai rumah sakit pengampu nasional dalam membangun jejaring pelayanan jantung yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
Dalam rangkaian proctorship kali ini, sebanyak 8 pasien dijadwalkan mendapatkan tindakan intervensi nonbedah kardiovaskular hingga Selasa (27/10/2026).
“Kami berharap masyarakat Lombok Tengah ke depan tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan kardiovaskular. Tentunya dibutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari pemenuhan SDM, sarana dan prasarana, penguatan tata kelola hingga sistem pembiayaan dan rujukan yang semakin mudah,” ujarnya.
Hadirnya layanan ini menjadi langkah penting RSUD Praya menuju pelayanan jantung yang semakin lengkap, sekaligus mendekatkan akses layanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat Lombok Tengah.
Kini, penanganan jantung semakin dekat. Dari Lombok Tengah, pelayanan kesehatan terus bergerak maju.
#lotengmasmirah