Lombok Utara – Lintasmandalika.com One gate system yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara baru-baru ini banyak menuai protes.
One Gate system sendiri adalah diberlakukannya satu pintu masuk untuk wisatawan yang akan menyebrang ke Bali menggunakan Fastboat di Pelabuhan Bangsal sejak Senin, 17/10/22.
Fastboat hanya boleh menurunkan penumpang di Tiga Gili, namun tidak boleh menaikkan penumpang, wisatawan yang akan menyebrang ke Bali terpaksa harus menggunakan public boat untuk menyebrang ke pelabuhan Bangsal terlebih dahulu untuk dapat menggunakan Fastboat.
Hal tersebut ditengarai dapat membuat wisatawan jera untuk berkunjung ke Gili Trawangan, dan Gili pun terancam sepi pengunjung.
Melalui laman media sosial Facebook,salah satu protes datang dari wisatawan mancanegara asal Rusia, Roddy Price.
Ia mengatakan bahwa sebagai wisawatan dirinya tidak akan pernah kembali lagi ke Gili Matra dengan one gate system seperti ini.
“Baru saja menghabiskan 4 malam yang luar biasa di Gili T, saya tidak bisa membicarakan area ini lebih tinggi lagi. Kami ingin kembali tahun depan, sayangnya ini tidak akan terjadi sekarang di bawah sistem ini.” ujar Roddy dalam unggahannya di Facebook @Roddy Price.
Sebagai turis dirinya pikir bahwa itu adalah hal yang konyol.
Menurutnya dengan sistem seperti ini mereka telah membuat wisatawan ingin melompat di salah satu kapal yang penuh, dengan rata-rata berat tambahan 15-20 kilogram.
“kemungkinan akan overload dan
menyebabkan bencana! Saya dapat
memahami logika meskipun memberikan
manfaat ekonomi kepada para operator
tetapi ketika wisatawan paling baik
memiliki bagasi yang rusak atau terendam
oleh ombak saya rasa itu saja yang akan
membuat mereka tidak datang” Bunyi postingannya.
Dirinya sangat merasa sedih dan mengatakan tidak akan kembali ke sistem ini
dan tidak akan merekomendasikan
teman-temannya melakukan praktik yang tidak aman ini dengan bermain roulette Rusia
mempertaruhkan hidup orang-orang dalam
praktik berbahaya yang berlebihan di laut.
“Saya mengerti bahwa penduduk setempat
Lombok menggunakan transportasi ini,
saya pribadi akan merasa baik-baik saja
bepergian antara pelabuhan tanpa penuh
dengan turis yang penuh bagasi.” Lanjut postingannya.
Nampak dalam sebuah video yang masuk ke redaksi lintasmandalika.com salah satu tamu terlihat menangis ketika tengah berada dalam public boat, diduga karena cuaca buruk yang mengakibatkan ombak yang cukup besar.
Dalam salah satu group Facebook yaitu Gilipedia, nampak ribuan protes keras oleh pelaku wisata terhadap kebijakan one gate system tersebut.
Terjemahan Disesuaikan.